April 26, 2006

kutipan puisi bulan April

by: Chairil Anwar (1949)

...hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

April 23, 2006

Kay

by Wenda Hari

Lord Navare...
Mimpi-mimpiku terbanting disini
Sekali lagi
maut berkisaran diwajah-wajah kalah

Kemiskinan, O..kegelapan
Anggur, bunga-bunga, perempuan, wahai
menjelajah keruang mabuk ini

Mengalirlah bersamaku disungai-sungai hitam ...
Berdekapan kita.. dan Mabuklah !


Jatinangor. 1995
di Gunung Manglayang

sejarahnya puisi ini:
tuh U-Camp (tau kan elo), kemping bareng goe terus pas masuk kesebuah
desa di Jatinangor, kita semua cengo ama perikehidupan tuh desa yang
serba sederhana..saking miskinnya......ada upacara kematian yang
anehnya disana gak ada yang sedih atau duka karena pemandangan seperti
ini udah jadi kejadian sehari-hari.....sehingga mereka beranggapan
jika mereka menuruti kesedihan mereka ...mereka akan jauh sangat
miskin dan hina...lalu ..bagaimana mereka akan hidup?.....nah bocah
kecil Kay yang ditinggal kedua orang yang dikasihinnya jadi inspirasi
goe ama U-Camp buat bikin ni puisi.

April 14, 2006

the untold beautifulness

13 April 2006,

12:05 am,

narendra,

juang.





holland, 140406

April 06, 2006

angin musim gugur

angin barat daya meniup dedaunan perlahan
seperti ibu menepuk punggung anaknya
menjaganya dari hempasan ke atas tanah
membiarkannya tertidur sekian lama
sampai datang kabut dan awan putih

angin barat daya bertiup ke tenggara
bisakah ia menyampaikan pesan ini?
ada yang luka menanti
menggali makna menempa hati
sebentar lagi angin dingin tiba dari utara
sepantik api terasa begitu jauh

@gondelstraat31

April 04, 2006

Kerinduan

by: Setyo Budiantoro *)

pada malam ketika rembulan mengikat janji bintang
ijinkan kutanam mawarmu di taman mimpi
di lembah cinta yang dibingkai pelangi

esok ketika kau terjaga
ceritakan padaku tentang taman bunga kita
tentang dua hati yang lebur jadi satu
tentang matahari keabadian yang merangkak perlahan
tentang kerinduan yang terus menggelora
tentang cinta yang tanpa jeda
tentang sejuta kupu-kupu kerinduan

gelora cinta bagai ombak mencium pantai
tiada kenal lelah mereka berpagutan

tapi kasihku
kerinduan ini rasanya mencekik jiwa
aku lelah mencumbui perihnya kerinduan

ingin kutelan waktu
agar aku bisa segera membelai wajahmu
membiarkanmu bersandar di bahuku
berbagi kegelisahan dan keresahan
mengurai beban yang menggantung
merasai detak jantungmu

ingin kubisikkan pelan ke telingamu
puisi indah tentang kehidupan
kebahagiaan yang ingin kita rengkuh
tentang cita-cita dan harapan
tentang indahnya salju keabadian
tentang hangatnya mentari yang merekah

ah kasihku
betapa aku tak bisa berhenti mencintaimu

*) seorang sahabat yang sedang mencari cinta

April 01, 2006

senja berlayar

suatu senja,
layar-layar berpendaran
diketuk-ketuk pohon cemara dari jauh,

suatu suara
tertangkap telinga
dan kita pun masih terjaga

@pau,25mei

tiga

ketika perempuan disapa pelangi
kumbang dan bunga duduk menahan rindu
hanya ada suara lalu ditelan deru
ketika perempuan ditemani mendung
mungkin sebentar lagi hujan

sebab sekarang kita rindu langit yang biru
sama halnya belai tanganmu pada rambutku
dan ucap mesra yang menerbitkan damai
ketika perempuan berkawan matahari
bersama-sama kita mengeja sahabat

-© 30/4/00